Sinis-sinisan, pro-kontra BBM naik

Bbm naik itu, sebenarnya bisa dibilang biasa, karena kayaknya belom pernah ngalamin bbm turun harga; sale, buy one get two, etc. Menjadi ngga biasa ketika orang-orang merasa waktu nya ngga tepat, terlalu cepat.. walaupun mungkiiiin.. lama-lama akan terbiasa, seenggaknya untuk beberapa kalangan akan terbiasa dengan kenaikan harga bbm.

Tapi memang sesuai “janji” pemerintah eksisting bahwa subsidi bbm akan dialihkan ke pembiayaan pembangunan infrastruktur, KIS, KIP, KKS.

Pointing sinisme sedang terjadi. Beberapa “mengiyakan” harga bbm naik dan bagi orang-orang yang punya kendaraan seolah-olah ngga punya hak untuk merasa keberatan atas naiknya harga bbm.

Punya mobil, motor, ya lu tanggung jawab lah ngasi minum kendaraan lu.

Beberapa juga sinis terhadap para perokok; “beli rokok 15ribu sanggup, bbm naik kok protes”

“Beli hp harga 5jutaan sanggup, harga bbm naik kok protes”

Loh, emang beli hp tiap hari? Emang beli hp tiap minggu? Tiap bulan? Sama gitu dengan beli bensin, solar yang rata2 bisa seminggi sekali?

Rokok. Ok lah, harga 1 bungkus rokok lebih mahal ya dengan harga 1 liter bensin. Tapi.. saya sih belom pernah ngalamin ya kenaikan harga rokok bakal berimbas ke kenaikan harga pangan atau kenaikan harga bbm. Situ pernah ngalamin? Kalo kenaikan harga bbm naik diikuti kenaikan harga pangan, rokok, transportasi dll, iya! saya ngalamin.

Kesinisan yang ditujukan ke pemilik mobil/motor. Pernah ngga, kita kepikiran, nelayan, petani, yang notabene merupakan “sumber pangan” rakyat Indonesia itu memerlukan bensin, solar untuk bekerja. Mereka tau harga bbm naik, kok sepertinya bakal otomatis ya harga pangan naik. Karena mereka sendiri bakal ngeluarin modal kerja yang lebih tinggi. Pernah ngga mikir sampe ke sana?

Kenaikan harga bbm itu, luas imbasnya. Seluruh lapisan masyarakat pasti terkena dampaknya. Seluruh sektor industri, pertanian, perikanan pasti terkena dampaknya.

Kalo muaranya, harga ikan di tangan nelayan aja udah mahal, gimana harga ikan sampe ke kota? Situ bakal protes ngga harga ikan nasional naik? Atau justru milih ikan impor? Beras impor? Daging impor?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s