Pancasila, Sekedar Peringkat atau Urutan?

Seperti yang kita tahu dan pahami, Pancasila merupakan ideologi, dasar negara Republik Indonesia.

———————– Sejarah

Dalam perkembangan penyusunan Pancasila, kita mengenal dua pidato utama dan rumusan Piagam Jakarta yang pada akhirnya menghasilkan Pancasila itu sendiri.

  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin; Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat (29 Mei 1945)
  • Panca Sila oleh Soekarno: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan (1 Juni 1945)
  • Rumusan Piagam Jakarta: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk2-nya, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyarawaratan/perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Sila pertama, melalui konsultasi mendalam dengan wakil golongan Islam mengenai penolakan dari wakil-wakil dari Indonesia daerah Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan, diubah menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

———————– Sekedar Peringkat atau Urutan?

garuda-pancasilaDalam pidato Muhammad Yamin dan Soekarno, dapat kita lihat bahwa kebangsaan menempati urutan pertama. Sedangkan Ketuhanan menempati urutan ketiga pada menurut Muhammad Yamin, dan justru yang terakhir menurut Soekarno. Sedangkan pada Piagam Jakarta, ketuhanan diletakkan pada urutan pertama, dan menurut persetujuan keduanya.

Pernah terpikir ngga sih kenapa urutan sila-silanya disusun ulang? Biar seru, mari berasumsi bahwa ada maksud tersendiri dalam urutan tersebut.

Apakah disusun menurut peringkat berdasarkan kepentingan?

Ketuhanan bisa jadi merupakan aspek terpenting, kemanusiaan yang kedua terpenting, diikuti dengan persatuan. Namun apakah kepemimpinan dan perwakilan rakyat dapat dinilai lebih penting dari sebuah keadilan sosial?

Ataukah Pancasila merupakan sebuah urutan yang memang harus berurutan? Biar makin seru, saya coba analisa dikit.

SATU. Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan mempercayai Keesaan Tuhan, mengamalkan ajaran Agama secara vertikal dan horizontal, dan memahami bahwa setiap manusia hidup berdampingan, sama rata, memiliki hak serta tanggung jawab yang sama, apapun agama yang dianut, rakyat Indonesia memiliki kualitas untuk berlaku adil dan beradab.

DUA. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan berlaku adil serta memegang teguh adab yang merupakan norma ataupun peraturan, tentunya perbedaan tidak akan lagi menjadi penghalang bagi persatuan.

TIGA. Persatuan Indonesia. Dalam menjunjung tinggi dan menjaga keutuhan persatuan di dalam perbedaan (baik adat, pendapat, pemikiran maupun cita-cita), dibutuhkan diskusi, tukar pendapat yang kita kenal dengan musyawarah untuk mengambil keputusan bersama secara bijaksana.

EMPAT. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pemimpin-pemimpin yang bijaksana dan bermusyawarah mewakili rakyatnya tentu dapat mengatasi masalah-masalah yang timbul serta menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

LIMA. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan Sosial dimulai dari kehidupan bermasyarakat dan Konsep keadilan adalah bukan kesamarataan. Kesetaraan gender juga bukan berarti pria/wanita duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Keadilan adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. (sumber).

Logikanya, keadilan sosial dapat dengan mudah terwujud dengan diakuinya kebebasan beragama, terciptanya masyarakat beradab, bersatu, bijaksana dan bermusyawarah.

Nah, kalo gitu, Pancasila keliatan jadi seperti sebuah susunan tata cara, langkah-langkah, step by step dengan tujuan akhirnya Keadilan Sosial. Sepenting apa sih Keadilan Sosial itu? Kenapa sih (kalo emang spekulasi saya bener) Keadilan Sosial yang jadi tujuan akhir?

Saya menemukan sumber menarik mengenai Keadilan Sosial, silahkan lihat di sini.

Thanks to Decha (Copywriter-nya).. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s