Klien-Klien Ini Tidak Mau Bayar

Sampai hari ini, saya sedang menghadapi dua klien, yang menggunakan jasa Mikrowebs.com untuk membuat website bisnis mereka, yang sampai hari ini pun mereka tidak bersedia membayar pelunasan biaya pembuatan website. Padahal website sudah jadi.

Dua klien itu punya alasan yang mirip.

LMNJobs.com

Liga Mahasiswa Nasdem, melalui PIC nya, Reza, memesan sebuah website lowongan kerja, seperti Jobstreet atau JobsDB. Katanya, website ini untuk bisnis mereka (Liga Mahasiswa Nasdem) supaya bisa menghasilkan uang dan tentu saja, database pengguna. Lumrah bagi saya, siapapun berhak berbisnis.

Kami memulai semuanya sekitar bulan Januari – Februari 2013. Seperti biasa, proses desain dan approval kita lalui.

Downpayment pun cair dengan mudahnya, sebesar 50% dari total biaya pembuatan.

Seiring perjalanan, semua tampak baik-baik saja. beberapa perubahan, revisi minor maupun major, kami lakukan, dengan tanpa tambahan biaya, ini maksudnya, saya ingin Mikrowebs memiliki portfolio yang berkualitas dan komitmen untuk menyelesaikan projek dengan harapan klien pun bisa menjadi respect dan bersedia membayar pelunasannya.

LMNJobs.com pun sudah berjalan, melalui Kaskus, Facebook Page dan Twitter, Berdasarkan pantauan kami, beberapa perusahaan sudah mendaftar untuk menggunakan fasilitas pasang iklan lowongan gratis selama 6 bulan (Promo). Hanya saja, karena pembayaran yang macet kepada Mikrowebs, dengan sangat terpaksa (dan prosedural) website LMNJobs.com kami banned.

Invoice Pelunasan Pertama –  DI TOLAK.

Ini membuat kami kesal. Ketika semua fitur sudah final dan website sudah dipublish, mereka dengan tiba-tiba, kata Reza, mengadakan rapat tim dan memutuskan untuk mengubah sistem pembayaran pengguna yang ingin memasang iklan lowongan kerja di LMNJobs.com.

Marah? jelas saya marah dan itu saya tujukan langsung kepada Reza, saat meeting di kantor saya. Karena website sudah mau fnal malah ada perubahan major. Tapi kembali, komitmen kami untuk menyelesaikan LMNJobs.com. Jadi, saya segera berkoordinasi dengan team Mikrowebs. Perubahan cara pembayaran pun kami ubah TANPA PUNGUTAN BIAYA, padahal, ini termasuk perubahan (revisi) major.

Saya meminta waktu 1 bulan untuk merombak fitur tersebut, walaupun kenyataannya, kami bisa menyelesaikan kurang dari 1 bulan.

Invoice Pelunasan Kedua –  DI TOLAK.

Maunya apa? saya coba follow up, kapan mau dibayarkan, sampai Reza pun memberikan alamat email pihak yang katanya bertugas sebagai bendahara LMN.

Ok, ini alasan-alasan atau dalih yang dikeluarkan, setidaknya menurut versi Reza mewakili pernyataan si bendahara (Ian) dan atau siapapun yang terkait dengan LMNJobs di dalam tubuh LMN.

  1. Jika user terdaftar tidak mencapai 500, mereka tidak mau bayar. Aneh! Mikrowebs dari awal adalah sebatas developer, bukan konsultan bisnis, bukan yang memberi saran agar LMN membuat LMNJobs.com. Toh, mereka punya team sendiri, punya marketing, punya support untuk ngurusi LMNJobs.com.
  2. Jika LMNJobs.com tidak muncul di halaman pertama Google, mereka tidak mau bayar. Saya selalu memberi saran dan masukan terkait hal ini. Konten! ya, konten! Viral marketing, promosikan situs LMNJobs serajin-rajinya, mereka punya team, berdayakan dengan maksimal. Mikrowebs sudah membuat LMNJobs.com yang SEO Friendly, penggunakan tag heading sampai URL yang baik untuk SEO. DItambah tidak ada kesepakatan di awal bahwa Mikrowebs adalah rekanan LMNJobs. Antara Mikrowebs dan LMNJobs adalah hanya sebatas penjual dan pembeli.
  3. Sedang ada perpecahan di tubuh LMN. Ini menurut cerita Reza. Saya tidak tahu pasti penyebabnya. Antara kubu A, yang tediri dari Reza, si bendahara dan Prananda dengan kubu B, yang terdiri dari ketua umum LMN dan lainnya saya tidak (mau) tahu.
  4. Bisnis LMNJobs.com dihentikan! Mungkin ini imbas dari perpecahan di atas. Reza mengklaim bahwa, ketua umum tidak terima kalau dia tidak diberitahu dari awal soal rencana LMNJobs.com ini. Loh??? Ini sama saja dengan: Anda beli Mikrolet, nyicil ke Bank, lalu ternyata Mikrolet Anda sepi penumpang, lalu Anda tidak mau meneruskan cicilan ke Bank, karena Anda tidak jadi berbisnis trayek. What a shame!
  5. Email yang kasar. Ok, Memang saya pun akhirnya mengirimkan langsung ke bendahara (Ian), saya tujukan langsung ke alamat email yang diberikan Reza. Keluar alasan baru? Jelas! Ian mengeluarkan pernyataan (menurut Reza) bahwa isi email saya kasar. Kasar? Saya optimis tidak kasar. Saya kasih screenshot isi email tersebut di bawah. Jika Anda tidak percaya email tersebut adalah asli, silahkan beritahu email Anda ke saya, saya bisa forward-kan.

Gmail-Mengenai-LMNJobs

Bagaimana? menurut Anda kasar? Sampai detik ini tidak ada reply atau feedback apapun. Beberapa kali janjian untuk ketemu (Melalui Reza) Ian selalu membatalkan dengan alasan ada perjalanan bisnis.

Kesimpulannya, LMN masih berhutang kepada Mikrowebs sebesar Rp32,500,000

Did i heard that their father has two jet planes?

LigaUtama.com

Mempunyai Final Reason yang mirip.

Awalnya selama proses development website, ketika saya follow up, alasannya selalu sama, yaitu: Server sedang disiapkan.

LigaUtama ini tadinya berencana membuat website game sepakbola online seperti Football Saga. Jadi, awal-awalnya saya memaklumi bahwa persiapan server bukan hal yang mudah.

Berbulan-bulan, dari tahun 2012, selalu mempunyai alasan yang sama. Pada akhirnya, saya coba kontak ke PIC nya, ada 3 PIC, melalui telepon, BBM dan email, tidak ada tanggapan.

Akhirnya, saya putuskan untuk menghubungi Mas Estu, saya kenal baik dan beliaulah yang mengenalkan saya kepada team LigaUtama.com. mas Estu ternyata sudah lepas dari LigaUtama dan meminta saya untuk menghubungi Mega (mbak Mega). Ok, saya telepon dan jawaban yang mengejutkan adalah “Loh, kan ngga jadi mas!” What the…. ‘_’

Kalau ada yang berminta melihat percakapan saya dengan tim LigaUtama.com silahkan download versi pdf nya di sini.

Sampai hari ini saya belum sempat follow up lagi, karena waktu saya banyak dipakai untuk ngurusi klien-klein Mikrowebs lain. Intinya, LigaUtama.com masih berhutang kepada Mikrowebs sebesar Rp13,500,000.

Bagaimana menurut Anda? Mereka punya alasan yang mirip? alasan “Bisnis tidak jadi”? Jika ada YLKI yang melindungi konsumen, ada ngga lembaga yang bisa melindungi produsen? kalau lebih spesifik, melindungi web developer.

If you feel uncomfortable with this article, don’t blame us (me), blame those epic clients.

Advertisements

7 thoughts on “Klien-Klien Ini Tidak Mau Bayar

  1. Di undang undang perlindungan konsumen coba liat dulu disitu ada kewajiban konsumen dan hak produsen. Ada sanksi pidana juga kok. Kasih laporan perdatanya kalo punya alat bukti. Bisa nuntut hak materil dan imateril tuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s