Lupa Cara Bicara

Terlalu sering menggunakan layanan obrolan digital, seperti Yahoo Messenger dan Blackberry Messenger.

Akhirnya manusia lebih terbiasa berkomunikasi dengan jari, dengan mengetik. Dan bahkan akhirnya menjadi benar-benar nyaman dengan cara tersebut.

Jangan lupa, mengapa kita berkomunikasi, pada awalnya, hal yang paling mendasar adalah karena kita mempunyai indera-indera komunikasi, seperti mulut, telinga dan mata. Mulut untuk berbicara, telinga untuk medengarkan dan mata untuk melihat lawan bicara.

Saya sangat mengakui, betapa mengesankan cara-cara komunikasi konvensional itu, berbicara, memperhatikan lawan bicara dan mendengarkan dengan baik. Dengan mulut kita bisa mengeluarkan nada-nada yang mempunyai arti sendiri-sendiri, marah, senang, sedih, ragu-ragu, ditambah dengan kemampuan mengeluarkan senyum dan tertawa. Dengan mata kita bisa benar-benar memperhatikan wajah lawan bicara kita, bahkan kita bisa membaca apakah lawan bicara kita sedang marah, kesal, senang, sedih. Dengan telinga kita bisa mendengarkan nada-nada spesial dari lawan bicara kita dan dengan otomatis nada-nada tersebut dikirimkan ke otak kita untuk kemudian diartikan, apa maksudnya, apa maunya, mengapa mereka marah, mengapa mereka sedih.

Teknologi bisa “menggantikan” hal-hal tersebut? Bisa, namun teknologi juga bisa membelokkan arti atau tujuan kita berkomunikasi (Communication Purpose Distortion).

Apakah layanan obrolan digital bisa memberitahu kita, bahwa lawan bicara (lawan chatting) kita sedang bete? sedang marah? walaupun mungkin mereka menuliskan “aku sedang istirahat”. Apakah kita bisa tahu kalau mereka sedang beristirahat dengan keadaan kesal atau beristirahat dengan kedaan jiwa yang senang? Menurut saya tidak bisa! Hanya teknik berkomunikasi konvensional, face to face, bertatapan langsung yang dapat membuktikan dengan benar bagaimana keadaan fisik dan mental lawan bicara kita.

Ketika seseorang mengetikkan “aku sayang kamu”. Bagaimana anda dapat percaya bahwa dia benar-benar sayang dan tidak selingkuh? Bagaimana jika ketika dia mengetikkan “aku sayang kamu” ternyata dia sedang bercinta dengan orang lain? Dia bisa saja mengetikkan kata-kata yang sama dengan ribuan orang lainnya menggunakan layanan obrolan digital.

Emosional. Tidak bisa ditunjukkan dengan teknologi secanggih apapun.

Menggunakan layanan obrolan digital, haruslah disadari, bahwa layanan tersebut bukan hal terpenting dalam berkomunikasi dengan makhluk sosial lainnya. Menurut saya, layanan obrolan digital, diciptakan untuk membantu manusia berkomunikasi ketika manusia benar-benar tidak mempunyai kesempatan untuk menjangkau lawan bicaranya dengan metode konvensional (tatap muka). Layanan obrolan digital adalah bukan kewajiban.

Berbicara itu gratis. Mengapa kita mengeluarkan biaya jutaan dan biaya bulanan ratusan ribu rupiah untuk membeli gadget dengan layanan obrolan digitalnya? Karena trend? karena keren? karena malas berbicara??

Gunakan mulut anda untuk berbicara. Jangan sampai kita lupa bagaimana harus berbicara di depan orang. Kita ini manusia yang secara normal dilahirkan dengan kemampuan berbicara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s