Desainerkah Anda?

Kebanyakan orang pernah mendesain. Merancang sesuatu. Beberapa lebih spesifik merancang grafis atau istilah tenarnya desain grafis.

Saya sering melihat banyak orang salah kaprah. Menilai dirinya ataupun orang lain sebagai desainer grafis atau “bisa desain” hanya karena mereka bisa menggunakan Adobe Photoshop! atau software-software lainnya yang bisa digunakan untuk keperluan mendesain.

Beberapa lagi ingin sekali belajar software-software tersebut karena ingin menjadi seorang desainer grafis.

Tidak masalah!

Tapi memiliki kemampuan menggunakan Adobe Photoshop dan software lain bukanlah ukuran bagi seseorang untuk bisa atau bahkan dicap sebagai desainer grafis.

Bahkan seoarang mahasiswa jurusan desain grafis sekalipun belum tentu bisa dicap sebagai desainer grafis, walaupun telah lulus!

Tidak bisa juga karena telah memiliki sebuah PC, MAC dengan kemampuan super cepat, super pintar, berkemampuan rendering yang sangat baik, dengan software-software grafis trinstal di dalamnya akan menjamin sesorang bisa menjadi desainer grafis.

Itu semua hanya alat (tools)! dan jika hanya berpatokan pada alat-alat tersebut, lebih baik tidak usah menjadi desainer grafis. Jadilah seorang Computer Graphic Operator! seperti kebanyakan juga tersedia di rental-rental komputer. Di mana mereka menjual jasa pembuatan desain logo dengan harga di bawah 500 ribu Rupiah!

Software dan Komputer, termasuk keyboard, mouse dan stylus…malah akan menjadi penghalang seorang Desainer Grafis sejati.

Menjadi desainer berarti menjadi perancang, perencana. Harus tahu dan paham apa yang sedang dirancang, harus paham bagaimana merencanakan rancangan-rancangan yang tengah dibuat. Harus bisa mempertanggung jawabkan rancangan tersebut, baik terhadap rancangan itu sendiri maupun terhadap akibat yang bisa ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.

Lihat arti DESAIN

Lihat arti DESAIN GRAFIS

Harus paham mengapa memilih warna biru, mengapa tidak memilih warna merah. Mengapa memakai bentuk lingkaran dan tidak memakai segitiga. Desainer grafis tidak boleh hanya berorientasi pada bagus atau indahnya sebuah karya, tetapi juga fungsi yang maksimal.

Seperti halnya seoarng arsitek. Mereka tentu tidak ingin bangunannya rubuh tiba-tiba karena proses perancangan dan perencanaan yang tidak maksimal. Mereka tentu memperhitungkan segala aspek, ketika memilih bentuk bangunan, menentukan bahan bangunan apa yang di pakai, berapa biayanya, berapa orang yang bisa tinggal di bangunan tersebut.

Desainer Grafis juga perlu melakukan hal yang sama. Pertimbangkan segala aspek! Sosial, Budaya, Hukum (jangan sembarangan mengambil gambar dari internet). Bagaimana dampak penggunaan desain tersebut bagi klien. Apakah klien akan bangga, diuntungkan atau malah akan merasa malu karena desain kita tidak berbobot?

Ketika berbicara soal “bagus atau tidak” memang relatif. Bagus menurut saya belum tentu bagus menurut klien saya. Namun justru tugas desainer lah yang harus berjuang mencari titik temu di antara keindahan (estetika), fungsi dan etika. Pantaskan desain kita dipublikasikan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s